$type=slider$snippet=hide$cate=0$show=home

Telaga Warna dan Pengilon, Danau Kembar Tapi Tak Sama

Nama Telaga Warna sendiri diberikan karena keunikan fenomena alam yang terjadi di tempat ini, yaitu warna air dari telaga tersebut yang sering berubah-ubah. Terkadang telaga ini berwarna hijau dan kuning atau berwarna warni seperti pelangi.

telaga warna dan telaga pengilon di paket wisata dieng wonosobo
Dieng Plateau memiliki sejuta keindahan yang mempesona, dengan kekayaan alam dan budaya yang luar biasa. Di wilayah ini, selain pohon-pohon hijau yang teduh dan indah bermotif kuil Hindu, di sini juga mendapatkan hadiah yang indah alami yang disebut Telaga Warna, (Colorful Lake), ikon daerah ini.

Telaga Warna sangatlah indah, berada di ketinggian 2000 mdpl (meter diatas laut) dan dikelilingi oleh hutan dataran tinggi, bukit dan gunung. Sebuah danau yang menghasilkan warna turquoise berasal dari mineral warna biru ke hijau gelap yang merupakan proses fosfat terhidrasi dari tembaga dan aluminium. Memasuki kawasan ini, anda cukup mengikuti alur perjalanan sepanjang pantainya dan akan menemukan satu danau lainnya, Telaga Pengilon.
Sesuai dengan namanya, Telaga Warna mempunyai keunikan sendiri berkenaan dengan ragam warna air danaunya. Terkadang terlihat berwarna antara variasi warna hijau dan kuning, biru dan kuning, atau berwarna-warni mirip pelangi.

Variasi warna danau ini terjadi karena dipengaruhi oleh cuaca, waktu dan tempat melihatnya. Saat terkena cahaya matahari, terjadi pembiasan cahaya pada endapan belerang/sulfur di dasar Telaga Warna yang mengakibatkan perubahan warna beranekaragam.
Telaga Warna dan Pengilong, diambil dari sudu manapun tetap cantik
Telaga Warna dan Pengilon, diambil dari sudut manapun terlihat cantik diantara bukit dan gunung. foto by Eljihadi

Telaga Warna dan Pengilon, Bekas Kawah Gunung Purba

Dataran Tinggi Dieng, terbentuk dari bekas kaldera kawah gunung purba. Telaga Warna dan Telaga Pengilon adalah sebuah bukti otentik yang masih bisa kita nikmati hingga saat ini sebagai danau yang terbentuk pada bekas kawah, dan kedua telaga tersebut dikelola dalam kawasan konservasi dengan pola Taman Wisata Alam oleh BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Jawa Tengah (sebelumnya dikelola oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan dialihkelolakan per tanggal 1 Agustus 2013 ke BKSDA).
  • [message]
    • Telaga Warna & Pengilon Termasuk Jenis Danau Vulkanik
      • Berdasarkan dari proses pembentukannya, Telaga Warna dan & Pengilon adalah termasuk jenis Danau Vulkanik, terbentuk karena proses vulkanisme atau gunung berapi. Lubang kawah yang terbentuk karena proses ini akhirnya terisi air dan menjadi sebuah danau.

        Enam proses pembentukan danau lainnya adalah, danau tetonik (pergeseran/patahan permukaan bumi), danau tektovulkanik (percampuran aktivitas tektonisme dan vulkanisme), danau bendungan alami (terbendung oleh aliran lava saat erupsi terjadi) , danau karst (pelarutan tanah kapur), danau glasial (mencairnya es) dan danau buatan.
Taman Wisata Alam Telogo Warno dan Telogo Pengilon luasan seluruhnya adalah 39,60 hektar dan secara administrasi berada di Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo. Lokasinya mudah diakses oleh para wisatawan, pintu masuk tidak jauh dari jalan utama dan semua fasilitas wisata sudah tersedia dengan baik, mulai tempat parkir untuk segala jenis kendaraan, fasilitas kebersihan dan toilet umum. Anda juga tidak akan menemui kesulitan untuk makanan kecil dan kuliner lokal.
  • [col]
    • telaga warna - paket wisata dieng
      Pagi Hari di Telaga Warna - by Adentya M
    • telaga warna - paket wisata dataran tinggi dieng
      Cuaca cerah di Telaga Warna - by Jimmy McIntyre
Agar bisa mendapatkan keindahan alami Telaga Warna dan Pengilon, satu-satunya penghalang adalah faktor cuaca, mendung dan hujan atau saat kabut mulai turun menutupi telaga. Waktu yang paling tepat untuk mendapatkan gambar atau foto cantik dua danau kembar ini adalah saat pagi atau senja, ketika sinar matahari bisa menerobos menyinari permukaan air danau yang tenang tanpa riak gelombang dan memantulkan aneka cahaya alaminya.

Debit air di Telaga Warna tidak sepanjang musim terisi penuh, khususnya saat musim kemarau panjang. Air danau yang sepenuhnya tergantung dari sumber-sumber mata air dari tampungan air hujan ini mengalami penurunan drastis. Garis pantai mulai tampak, yang sebelumnya sepenuhnya tertutup oleh air berwarna hijau gelap. Tapi kondisi kering tidak pernah membuat surutnya pengunjung Taman Wisata Alam ini, hanya saja ruang dan obyek untuk berfoto menjadi kurang nilainya. Musim yang paling bagus untuk berkunjung adalah saat awal musim kemarau, kondisi Telaga Warna & Pengilon optimal dan Anda tidak terganggu oleh cuaca mendung atau hujan.

telaga warna dan paket wisata di dataran tinggi dieng
Penurunan debit air Telaga Warna biasanya terjadi hanya saat musim kemarau panjang

Telaga Warna Puncak Bogor, Jawa Barat

Kalo anda melakukan pencarian kata "Telaga Warna" di internet, yang Anda dapatkan adalah hasil pencarian yang beragam dari berbagai macam situs penyedia jasa wisata hingga tulisan blog pribadi. Demikian juga jika beralih ke menu pencarian gambar, yang anda dapatkan juga adalah hasil gambar-gambar jepretan photografer profesional hingga hasil dari kamera ponsel.

Sebaiknya Anda perlu jeli dan teliti dengan banyaknya hasi yang didapat, karena gara-gara kata dan nama yang sama, informasi "Telaga Warna" sering tertukar. Penulis bercerita tentang Telaga Warna di Puncak Jawa Barat, tapi foto ilustrasinya menggunakan Telogo Warno atau sebaliknya.

Indonesia memang kaya akan keindahan, juga dengan obyek wisata alamnya. Di Pulau Jawa, destinasi wisata alam Telaga Warna tidak hanya didominasi dan ada di Jawa Tengah saja, di Jawa Barat juga memiliki obyek wisata alam yang sama persis, dari namanya, lokasi pengelolaannya hingga kondisi danau atau telaganya, yang sudah pasti adalah sama namanya, serupa tapi tak sama.

telaga warna puncak bogor jawa barat
Telaga Warna Dieng diambil dari sudut yang berbeda, namun sering disebut sebagai Telaga Warna Puncak Bogor. serupa namun tak sama. photo by indonesia.travel
  • [col]
    • Telaga Warna Dieng

      Nama Kelola: Telogo Warno & Pengilon Dieng
      Lokasi: Kejajar, Wonosobo, Jawa Tengah
      Koordinat: 7.2137° S, 109.9142° E
      Pengelola: BKSDA Jawa Tengah
      Tata Kelola: Taman Wisata Alam (Cagar Alam)
      Ketinggian Lokasi: 2000 mdpl
    • Telaga Warna Puncak

      Nama Kelola: Telaga Warna Puncak
      Lokasi: Cisarua, Bogor, Jawa Barat
      Koordinat: 6° 42' 7.2" S, 106° 59' 45.6" E
      Pengelola: BKSDA Jawa Barat
      Tata Kelola: Taman Wisata Alam (Cagar Alam)
      Ketinggian Lokasi: 1400 mdpl
[post_ads]
[next]
telaga pengilon - paket wisata dieng plateau
Balai Litbang Teknologi Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BP2TPDAS) mendesak Pemerintah untuk segera merestorasi kedua telaga ini. Sedimentasi besar-besaran karena tanah tergerus masuk ke dalam telaga, juga pemanfaatan air telaga yang dianalisa sebagai penyebabnya. Jika tidak segera ditangani dengan serius dan segera, paling lambat 10 tahun ke depan akan mengering dan hanya akan menyisakan hamparan lumpur.

Telaga Pengilon, Kaca Cermin Raksasa

Telaga Pengilon menjadi pelengkap keindahan di kawasaan Taman Wisata Alam, lokasinya bersebelahan dengan Telaga Warna. Berada diatas desa jojogan akan tetapi lebih mudah dijangkau melalui desa Dieng. Untuk dapat mencapai lokasi Telaga Pengilon, wisatawan harus masuk melalui pintu loket yang sama dengan Telaga Warna, karena kedua telaga ini termasuk dalam satu tata kelola.

Karena letaknya berdampingan, tak sedikit yang menyebut Telaga Pengilon sebagai kembaran Telaga Warna. Meskipun berdekatan, Telaga Pengilon memiliki perbedaan kontras berkaitan dengan warna. Serasa memiliki karakternya sendiri dan tidak terpengaruh dengan warna air telaga sebelahnya, meskipun hanya disekat oleh sebidang tanah yang tidak terlalu lebar. Karena tidak mengandung belerang, Telaga Pengilon tidak berwarna, bening dan jernih sehingga terlihat warna tanah di bagian dasarnya.
  • [message]
    • Manfaat Telaga Untuk Masyarakat Petani di Dieng
      • Keberadaan Telaga Warna Dieng dan Pengilon juga sangat berguna bagi masyarakat sekitar. Mereka menggunakan air dari telaga warna sebagai sumber irigasi untuk mengairi tanaman kentang yang menjadi komoditas utama di kawasan ini.
Telaga Pengilon adalah tempat yang mempunyai makna tersendiri bagi masyarakat Dieng, namanya diambil dari bahasa Jawa yang berarti kaca atau cermin. Air telaga yang jernih bisa dijadikan sebagai tempat untuk berkaca atau bercermin dari pantulannya. Berkaca atau bercermin memiliki arti melihat diri sendiri, dan bermakna sebagai upaya untuk introspeksi diri.

Melihat lebih dalam ke lubuk hati seorang manusia, sehingga memperlihatkan keaslian karakter seseorang tanpa bisa ditutup-tutupi lagi. Dengan bercermin di Telaga Pengilon kita akan melihat kecantikan atau keelokan wajah kita apabila kita memiliki hati yang bersih dan sebaliknya apabila belum memiliki hati yang bersih maka pantulan dari air tersebut akan menunjukkan wajah yang kurang elok/cantik.
loket pintu masuk telogo warno dan pengilon
Pengilon, dalam bahasa Jawa berarti cermin, tempat untuk melakukan introspeksi diri, tempat untuk melihat kedalam lubuk hati terdalam seorang manusia, tempat yang dapat menunjukkan keaslian diri seorang manusia.
dieng plateau dan paket wisata dieng wonosobo

Batu Pandang, Cara Pandang Bird Eye View

Mengunjungi Telaga Warna dan Pengilon untuk menyaksikan fenomena alam yang terjadi atas kawah bekas gunung purba tidak ada cara lain melalui pintu masuk utama kawasan Taman Wisata Alam, mata dan seluruh panca indera anda terjadi kontak fisik langsung dengan lokasi ini. Tetapi jika urusan cara pandang kamera, ini sudah persoalan lain, ada beberapa cara lain untuk mendapatkan gambar-gambar indah dari kedua telaga tersebut, dan tentu saja tidak harus masuk melalui loket utamanya.

Salah satunya adalah melalui Wana Wisata Petak Sembilan atau Bukit Sidengkeng. Tapi yang paling dekat dan mudah aksesnya Anda cukup menuju Dieng Plateau Theatre, melintasi area parkir mobil dan sedikit mendaki menuju Batu Pandang Ratapan Angin.
[post_ads]
[next]
obyek wisata lainnya di taman wisata alam telogo warno dan pengilon dieng

Obyek Wisata Lainnya di Sekitar Telaga Warna dan Pengilon

Taman Wisata Alam Telogo Warno dan Pengilon memang menyajikan panoram alam yang indah, namun tidak cukup begitu saja ditinggalkan setelah Anda menikmatinya dari menara atau jarak pandang instagramable. Tidak ada pilihan lain terkecuali harus memasuki lokasi wisata alam ini melalui pintu masuk yang semestinya, membeli tiket dan memasuki pintu gerbang kawasan.

Anda tidak saja akan merasakan langsung kekuatan alam dari kedua telaga ini, tapi banyak hal lainnya yang bisa digali dari sini. Tempat bersejarah ditemukannya tulisan Jawa kuno di Batu Tulis, goa-goa sakral tempat bertapa atau bersemedi lengkap berikut cerita rakyat dan legendanya tanpa terkecuali.

Situs Batu Tulis dan Perwujudan Sosok Semar

Anda akan menemukan sebuah bongkahan batu besar yang berada di pinggir jalan, ditepi diantara Telaga Warna dan Pengilon. Ditumbuhi lumut liar dan bahkan beberapa pohon besar nampak menyatu menjadi bagian dari batu besar ini. Situs Batu Tulis, dinamakan demikian karena di bagian batu ini ditemukannya tulisan jawa kuno diantara dindingnya. Masyarakat setempat menyebut Batu Tulis sebagai Batu Semar, karena dianggap sosoknya mirip dengan perwujudan Semar, tokoh punakawan dalam cerita pewayangan. Kisah lain juga menyebutkan bahwa di Batu Tulis ini juga tempat Eyang Purba Wasesa (leluhur masyarakat Dieng) mendapatkan pencerahan.
situs batu tulis atau batu semar di dieng plateau
Batu Tulis atau Batu Semar, dinamakan situs Batu Tulis karena ditemukannya tulisan Jawa Kuno diatas dinding batu, masyarakat setempat juga menganggap batu ini memiliki perwujudan seperti Semar, tokoh punawakan dalam kisah pewayangan.
Di depan Batu Tulis, Anda akan menemukan sosok patung yang tidak asing dari buku-buku pelajaran. Sosok yang selalu di gambarkan dengan muka bulat pipi tembem adalah Mahapatih Gajah Mada yang selama ini mengisi memori kita, lengkap dengan sumpah setianya yang terkenal Sumpah Amukti Palapa. Tidak terkait apapun antara keduanya, karena patung ini dibangun sebagai bentuk apresiasi dari komunitas Tunggul Sabdo Jati ( Komunitas Pecinta Budaya Bangsa ).

batu tulis atau batu semar di paket wisata dieng batu tulis atau batu semar di paket wisata dieng

Gua-gua Keramat Tempat Bersemedi

Tempat berikutnya adalah Gua Semar. Gua ini merupakan gua yang paling sering dikunjungi para peziarah. Banyak orang yang datang untuk bersemedi di gua ini.

Gua ini dinamakan gua semar karena orang yang bermeditasi di sini akan mendapatkan wahyu kasampurnaning jati (ilmu yang dapat membedakan yang baik dan yang buruk). Menurut legenda, wahyu ini diturunkan di Mandalasari (tempat tertinggi di khayangan). Yang pertama mendapatkan wahyu ini adalah Dewa Ismaya yang kemudian mengubah wujud menjadi sosok Semar.

gua sumur paket wisata dieng

Yang berikutnya adalah Gua Pengantin. Dari empat gua yang ada di kawasan ini, inilah gua yang termuda – dari segi nama. Nama “pengantin” yang diberikan pada gua ini merupakan usul dari pihak Departemen Pariwisata dan Budaya Wonosobo pada tahun 2005. Nama ini diberikan karena banyaknya laporan pasangan yang datang ke gua ini lalu melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.

Gua Sumur merupakan tujuan berikutnya. Di dalam gua ini, terdapat sebuah sumber mata air yang disebut Sendang Kamulyaan. Sendang ini mengeluarkan tirta perwitasari/tirta amerta/tirta nimala. Sumber air ini dianggap suci oleh pemeluk Agama Hindu. Sebelum diadakannya upacara Melasti atau Nyepi, umat Hindu dari Bali akan datang ke sumber mata air ini dan mengambil air suci untuk keperluan upacara.

gua jaran wisata dataran tinggi dieng gua pengantin wisata dieng

Gua yang terakhir adalah Gua Jaran. Dalam bahasa Jawa, “jaran” berarti kuda. Gua ini dipercaya dijaga oleh seorang resi (orang sakti) yang bernama Kendali Seto (yang dapat diartikan sebagai penunggang kuda putih).

Ada sebuah legenda mengenai gua ini. Pada suatu ketika, ada seekor kuda betina berwarna putih yang masuk ke dalam gua ini. Ketika keluar dari gua ini pada keesokan harinya, kuda putih tersebut sudah dalam keadaan mengandung. Gua ini sering menjadi tempat tujuan ziarah pasangan yang kesulitan memiliki keturunan.
[post_ads]
[next]

Cerita Rakyat dan Legenda Telaga Warna dan Pengilon

Sebagai pelengkap, kami ceritakan ulang tentang kisah yang menginspirasi asal-usul penamaan Telaga Warna dan Telaga Pengilon, yang berkembang dan diturunkan dari generasi ke generasi di negri kahyangan Dataran Tinggi Dieng. Dan akhirnya bisa dituturkan dan dituliskan melalui media ini.
Budaya dan Masyarakat Jawa memiliki cara sendiri untuk memberi tanda dan arti sebuah tempat atau lokasi penting untuk dituturkan dan dikisahkan pada keturunannya. Sebuah kisah yang sarat dengan nilai untuk memberikan pelajaran penting yang akan diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Alkisah, hiduplah seorang Ratu yang memiliki kekuasaan luas, memiliki seorang putri cantik jelita yang telah tumbuh dewasa. Hingga pada saatnya, kecantikannya dikenal dikalangan luas dan terdengar oleh dua Ksatria muda yang gagah. Singkat cerita akhirnya dua Ksatria muda tersebut datang kepada Ratu dan bermaksud meminang Putrinya untuk dijadikan istri pendamping hidupnya.

Ratu menjadi sangat bingung karena Dia harus memilih salah satu di antara dua Ksatria tampan untuk dipilih menjadi menantunya. Akhirnya diputuskan oleh Ratu kepada kedua Ksatria tersebut dengan syarat khusus. Siapa yang lebih cepat membuat telaganya, dialah yang boleh mempersunting puterinya.

Pada waktu yang telah ditentukan, dua ksatria tampan itu berlomba membuat telaga. Ternyata Ksatria pertama lebih cepat dalam membuat telaga, diberikan nama Telaga Menjer, sedangkan Ksatria kedua membuat Telaga Pengilon. Dan keputusan Sang Ratu telah ditetapkan bahwa Ksatria pertama sebagai pemenangnya dan berhak menyunting Puteri Ratu sebagai istrinya.

Tidak lama berselang, baru beberapa hari mereka menikah, Ratu disertai Puterinya berkunjung ke Dieng. Mereka berdua datang ke Dieng bermaksud untuk menikmati keindahan panorama alam Dieng. Sampai akhirnya mereka berdua tiba di telaga Pengilon. Begitu terkesan dengan kemilau Telaga Pengilon, serta merta mencari informasi siapa gerangan yang membuat telaga ini. Seperti diceritakan, pembuatnya tidak lain adalah Ksatria Kedua yang kalah dalam perlombaan.

Tak lama kemudian, Sang Ratu memanggil pengawalnya dan memerintahkan untuk menghadirkan menantunya, si Ksatria pertama, ke hadapannya. Sang Ratu akhirnya bertitah: “Kamu saya batalkan menjadi menantu, dan kamu saya kutuk menjadi naga untuk menjaga samudra”. Kemudian posisi kesatria pertama sebagai menantu pun digantikan oleh Ksatria yang kalah dalam lomba.

Mengapa Sang Ratu tidak teguh pendirian lalu berubah pikiran?


Dilain waktu saat menikmati indahnya Telaga Pengilon, Mereka berdua membandingkannya dengan telaga Menjer buatan Ksatria Pertama yang biarpun waktu pembuatannya lebih cepat, namun hasil akhirnya masih kasar, air telaganya beriak/bergelombang. Ini menandakan bahwa sifat pembuatnya kurang baik. Sebaliknya, Telaga Pengilon buatan Ksatria kedua airnya jernih, berkilau-kilau, tenang, penuh kedamaian dan semua ini menandakan bahwa kesatria kedua pembuat telaga Pengilon ini memiliki sifat dan hati yang baik.

Sang Ratu dan Puterinya pun mandi, Mereka menyangkutkan pakaiannya di ranting pepohonan. Di tengah-tengah keasyikan mereka berkecimpung di dalam air yang jernih, sekonyong-konyong datang angin kencang yang menerbangkan pakaian Sang Ratu dan Putrinya yang berwarna-warni dan terjatuh di bagian telaga yang lain. Saat itu juga mendadak warna air telaga itu berubah, dan akhirnya terciptalah Telaga Warna sebagai akibat jatuhnya pakaian Sang Ratu dan Putrinya (“yang luntur”) ke dalam air telaga.

COMMENTS

explore pulau tidung
paket wisata pulau harapan
Nama

candi,1,dieng,4,edukasi,1,fasilitas,6,homestay,6,kawah,1,mata air,1,obyek wisata,4,penginapan,6,telaga,1,
ltr
item
Dataran Tinggi Dieng: Telaga Warna dan Pengilon, Danau Kembar Tapi Tak Sama
Telaga Warna dan Pengilon, Danau Kembar Tapi Tak Sama
Nama Telaga Warna sendiri diberikan karena keunikan fenomena alam yang terjadi di tempat ini, yaitu warna air dari telaga tersebut yang sering berubah-ubah. Terkadang telaga ini berwarna hijau dan kuning atau berwarna warni seperti pelangi.
https://1.bp.blogspot.com/-vNxRWog79i8/WIKl9fEsGNI/AAAAAAAAALM/h6ciHKtvLN0wHfCsx5sUp8mQjPJqYDKAQCLcB/s730/telaga-warna.jpg
https://1.bp.blogspot.com/-vNxRWog79i8/WIKl9fEsGNI/AAAAAAAAALM/h6ciHKtvLN0wHfCsx5sUp8mQjPJqYDKAQCLcB/s72-c/telaga-warna.jpg
Dataran Tinggi Dieng
http://www.diengplateau.id/2017/01/telaga-warna-pengilon-dieng.html
http://www.diengplateau.id/
http://www.diengplateau.id/
http://www.diengplateau.id/2017/01/telaga-warna-pengilon-dieng.html
true
149735999549103795
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy